Ketua Umum Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia, Mugni Anwari Titirloloby. Foto: Dok. Pribadi
KOSADATA - Ambisi Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam meraih piala adipura sudah di ubun-ubun. Bermacam cara dilakukan untuk mendapatkan penghargaan terkait pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan perkotaan itu. Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia akan datang ke Kota Tasikmalaya untuk melakukan penilaian.
Mereka akan mendatangi sejumlah tempat pada Jumat dan Sabtu, 1 September s.d. 2 September 2023. Namun, sejak beberapa pekan sebelumnya Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah gencar melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan penilain positif dari kementerian.
Di pekan ini, beberapa fasilitas umum yang akan dinilai disiapkan sedemikian rupa, hingga harus steril dari pedagang kaki lima. Salah satunya Alun-Alun Kota Tasikmalaya. Selain ditempatkan beberapa petugas kebersihan, para PKL pun dilarang berjualan dulu di sana. Bukan sehari dua hari, tapi selama enam hari.
Alun-alun adalah salah satu tempat yang akan dinilai tim dari kementerian. Tempat lainnya adalah Taman Kota, Taman Dadaha, Pasar Cikurubuk, terminal bus, stasiun kereta api, rumah sakit, sungai, dan yang paling vital tertuju pada tempat pembuangan akhir sampah. Untuk mendapat adipura, penanganan sampah hingga kebersihan serta keindahannya harus tertata dan terjaga.
Ketua Umum Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI), Mugni Anwari Titirloloby, mendukung ikhtiar Pemkot Tasikmalaya dalam mendapatkan piala adipura. Namun, ia mengingatkan agar semua ikhtiar itu tidak dilakukan secara sporadis. Ia menilai, ada banyak tempat yang disulap ibarat mantra abrakadabra, sehingga semua berubah dan jadi terlihat berbeda dari sebelumnya.
Ia mencontohkan pengelolaan sampah di Pasar Induk Cikurubuk. Sebelumnya tidak ada tempat pemilahan khusus untuk sampah, sekarang jadi ada. Semula berantakan, kini dilakukan
Comments 0