Festival Nyepi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Minggu (8/3). Foto: IStw
KOSADATA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno menghadiri Festival Nyepi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Minggu (8/3).
Acara ini merupakan hasil kerja sama Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi DKI Jakarta. Festival tersebut menampilkan parade budaya serta pawai Ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Dalam sambutannya, Wagub Rano mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama di Jakarta yang penuh keberagaman.
“Dalam pawai budaya ini, sekitar 2.000 peserta terlibat dengan menampilkan kurang lebih 13 hingga 15 Ogoh-ogoh yang diarak dalam parade budaya. Ogoh-ogoh merupakan bagian dari tradisi menjelang Nyepi yang melambangkan sifat-sifat negatif dalam diri manusia yang perlu disucikan,” ujarnya.
Ogoh-ogoh tersebut diarak dalam parade budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Bundaran HI. Tradisi ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mengandung nilai budaya yang kuat.
Wagub Rano berharap kegiatan ini bisa menjadi hiburan bagi warga Jakarta sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus menghargai keberagaman budaya.
“Kami mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi kepada umat Hindu di Jakarta dan seluruh Indonesia. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, menjadi momen refleksi diri, serta semakin memperkuat persatuan di Jakarta,” tuturnya.
Sementara itu, Rini (29), salah satu warga yang datang menyaksikan Festival Nyepi di Bundaran HI, mengaku senang bisa melihat pawai Ogoh-ogoh secara langsung. Menurutnya, pawai seperti ini biasanya hanya ada di Bali.
“Senang sekali. Setahu saya biasanya hanya ada di Bali. Sekarang bisa melihatnya langsung
Comments 0