Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin. Foto: ist
KOSADATA — Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin, menyerukan agar gelombang demonstrasi di depan Gedung DPR tidak melebar menjadi benturan antara pengemudi ojek daring dan pasukan Brimob.
Peringatan itu ia lontarkan menyusul insiden tewasnya Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa.
“Kami berharap unjuk rasa atas isu kenaikan tunjangan DPR tidak bergeser menjadi konflik antara pekerja ojol dan Brimob. Semua pihak harus mengedepankan kemaslahatan bangsa,” ujar Jeje dalam keterangan tertulis, kemarin.
Affan dimakamkan siang tadi setelah dinyatakan meninggal dunia akibat insiden yang memicu kemarahan publik. Jeje menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Semoga amal almarhum diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta ketabahan,” katanya.
Di sisi lain, Jeje mengecam tindakan ceroboh aparat yang berujung fatal. Ia mendesak investigasi dilakukan secara terbuka.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Kapolri dan pimpinan Brimob yang sudah menemui keluarga korban, menyampaikan permintaan maaf, serta menjamin proses hukum akan berlangsung transparan,” tutur Jeje.***
Update terus berita terbaru KOSADATA di Google News.
Comments 0