Analis komunikasi politik, Hendri Satrio. Foto: ist.
KOSADATA - Analis komunikasi politik, Hendri Satrio atau kerap disapa Hensa menuturkan bahwa penyamaan persepsi antara DPR dan pemerintah mengenai konsep pendidikan menjadi kunci dalam menyikapi polemik anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, polemik tersebut terjadi diakibatkan oleh adanya perbedaan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pendidikan.
“Jadi, perdebatan tentang MBG yang ada di dalam anggaran pendidikan akibat perbedaan konsep pendidikan. konsep pendidikan itu harus diluruskan dulu, apakah pendidikan itu hanya sekedar proses belajar-mengajar atau kah ada embel-embel lain, misal MBG atau gaji tenaga pendidik,” kata Hensa dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Selasa, 3 Maret 2026 di Jakarta.
Hensa menerangkan, persoalan mengenai alokasi anggaran pendidikan yang didalamnya terdapat program MBG sebenarnya dapat cepat terselesaikan apabila MBG tersebut merupakan salah satu dari program pendukung pendidikan.
"Tetapi apakah kemudian mengurangi? Ya tergantung dari perspektifnya, apakah MBG itu termasuk pendidikan, nah tetapi apakah kemudian memotong? Saya setuju seperti kata Seskab Teddy dan Ketua Banggar DPR Said Abdullah, itu sudah ada di APBN dan disahkan DPR juga," ujarnya.
Untuk itu, ia menegaskan bahwa konsep pendidikan harus diluruskan demi menghindari persoalan serupa kembali terulang di kemudian hari.
“Jadi menurut saya, perdebatan atau polemik ini terjadi karena adanya perbedaan konsep pendidikan dan itu harus diluruskan, kalau tidak ya ke depannya akan begini-begini lagi,” tandasnya.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0