Trump Tekan Ukraina Gelar Pemilu: Sudah Terlalu Lama Tidak Demokratis

Widihastuti Ayu
Dec 10, 2025

Foto: ist

KOSADATA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendesak Ukraina segera menyelenggarakan pemilu, seraya mempertanyakan komitmen negara itu terhadap prinsip demokrasi. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Politico yang terbit Selasa, 9 Desember 2025.

Trump menilai Kiev tidak lagi dapat menjadikan perang sebagai alasan untuk menunda pemungutan suara. “Mereka sudah lama tidak mengadakan pemilu. Mereka berbicara tentang demokrasi, tetapi tiba-tiba sudah tidak lagi menjadi demokrasi," ujar Trump seperti dilansir Sindonews, Rabu, 10 Desember 2025.

Desakan tersebut diarahkan kepada Presiden Volodymyr Zelensky, yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2024. Zelensky menolak menggelar pemilu presiden dengan alasan darurat militer yang diberlakukan sejak eskalasi perang dengan Rusia pada Februari 2022. Kebijakan itu berkali-kali diperpanjang oleh parlemen, dan pada Desember 2023 Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan menyelenggarakan pemilu presiden maupun parlemen selama status darurat militer masih berlaku.

Ketika ditanya apakah warga Ukraina seharusnya kembali ke tempat pemungutan suara, Trump menjawab bahwa “sudah waktunya”. Ia menyebut momen saat ini sebagai “waktu yang penting untuk mengadakan pemilu” dan menambahkan bahwa meskipun “mereka menggunakan perang untuk tidak mengadakan pemilu,” rakyat Ukraina “seharusnya memiliki pilihan itu.”

Hingga kini, pemerintah Ukraina belum menanggapi langsung pernyataan Trump tersebut. Namun desakan ini menambah tekanan politik internasional terhadap Kiev di tengah konflik yang belum mereda.***

Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.

Related Post

Post a Comment

Comments 0