Foto: dok. UGM
KOSADATA — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada menyelesaikan validasi data lapangan untuk memetakan temuan dan potensi pembangunan di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Program ini menggandeng tujuh perguruan tinggi mitra serta melibatkan 10 fakultas dan empat pusat studi UGM. Para peserta diterjunkan ke 14 lokasi transmigrasi sebagai bagian dari program yang digagas Kementerian Transmigrasi RI.
Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menilai kehadiran akademisi di kawasan transmigrasi menjadi kunci lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menyebut para peserta ekspedisi mampu mematahkan anggapan negatif terhadap generasi muda.
“Kisah para patriot menggugurkan banyak pesimisme bahwa Gen Z tidak ada kontribusinya atau terlalu manja. Mereka betul-betul menghayati program ini,” ujarnya seperti dilansir laman resmi UGM, Minggu, 21 Desember 2025.
Menurutnya, data empiris yang dihasilkan kampus dapat menjawab kebutuhan pengembangan wilayah secara konkret. “Kami ingin kawasan transmigrasi menjadi living lab untuk mencetak lebih banyak pemimpin yang dibekali ilmu teoritis sekaligus misi lapangan,” katanya.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menilai penerjunan tim ekspedisi merupakan pelaksanaan nyata mandat Tri Dharma perguruan tinggi, terutama fungsi riset dan pengembangan. Ia menyebut pemerataan pembangunan dan ketahanan pangan membutuhkan peran aktif generasi muda.
“Melalui tangan generasi muda di lapangan, program ini bukan hanya menggali situasi, melainkan juga memberikan solusi nyata bagi kemandirian,” ujar Ova.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menyebut validasi data menjadi landasan agar peran transmigrasi tidak kehilangan relevansi. Melalui 58 tim di 14 lokasi, kajian dilakukan dari potensi ekonomi hingga mitigasi konflik sosial.
“Spirit kita adalah mempunyai cara
Comments 0