Acara pradeklarasi Partai Gema Bangsa. Foto: ist.
KOSADATA — Partai Gema Bangsa mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru sebagai wadah perjuangan politik yang menjjunjung tinggi semangat keadilan dan kemajuan bangsa.
Ketua Panitia deklarasi Partai Gema Bangsa, Joko Nugroho mengunngkapkan bahwa Partai Gema Bangsa memiliki satu cita-cita besar, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, mandiri, dan kuat dalam pembangunan nasional.
"deklarasi ini juga menandai sebuah Gerakan Mandiri Bangsa, yaitu gerakan politik yang bertujuan mewujudkan Indonesia Mandiri, berdaulat dalam pengambilan keputusan politik, ekonomi, dan pembangunan nasional," kata Joko dalam konferensi pers pradeklarasi pada Jumat, 16 Januari 2026 di Jakarta.
Deklararasi resmi yang akan dijadwalkan pada Sabtu (17/1) juga menandai satu tahun perjalanan Partai Gema Bangsa dalam membangun struktur kelembagaan partai yang telah terbentuk secara penuh di seluruh Indonesia, yakni 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota.
Dalam visi misinya, Partai Gema Bangsa menargetkan tiga arah utama pergerakan Partai, yakni mewujudkan Indonesia yang mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn.
Indonesia Mandiri, dimaknai sebagai upaya dari partai tersebut untuk mewujudkan bangsa yang tidak bergantung pada kekuatan asing, mampu mengelola sumber daya sendiri, serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai pusat kebijakan negara.
"Kemandirian tersebut mencakup kemandirian ekonomi dan politik, di mana petani, nelayan, serta pelaku UMKM berdaulat atas sumber penghidupan dan pasar, serta kebijakan nasional berpihak pada kepentingan rakyat," ucap Joko.
Sementara itu, Desentralisasi Politik berarti semangat dari Partai Gema Bangsa untuk membangun demokrasi dari daerah secara desentralistik, egaliter, dan inklusif.
Sementara itu, visi Indonesia Reborn ditujukan sebagai salah satu tujuan
Comments 0