Foto: Pixabay/nike159
KOSADATA — Di antara deru aktivitas dan hiruk pikuk dunia, ada langkah-langkah ringan yang ternyata bernilai besar di sisi Allah SWT: langkah menuju masjid lebih awal, terutama menjelang salat Jumat. Dalam ajaran Islam yang dikutip dari berbagai sumber, datang ke masjid lebih awal bukan sekadar soal kedisiplinan waktu, tapi juga cerminan cinta pada rumah Allah—dan jalan menuju ganjaran besar di akhirat.
Anjuran ini bersandar pada hadis sahih. Dikisahkan, Alqamah pernah pergi ke masjid bersama sahabat Rasulullah, Abdullah bin Mas‘ud. Saat itu, sudah ada tiga orang yang lebih dulu tiba. Abdullah berkata, dirinya adalah yang keempat, dan “yang keempat itu tidaklah jauh dari Allah.”
Riwayat ini menegaskan sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya, orang-orang yang pada hari kiamat nanti akan duduk berurutan di hadapan Allah menurut kesegeraan mereka pergi salat Jumat—yang pertama, kedua, ketiga, dan keempat—sedangkan yang keempat itu tidaklah jauh dari Allah.”
(HR Ibnu Majah)
Pahala yang Mengalir Lebih Dulu
Rasulullah SAW menggambarkan keutamaan orang-orang yang bersegera menuju masjid dalam banyak hadis. Dalam salah satu riwayat dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:
“Seandainya manusia tahu keutamaan yang ada pada adzan dan barisan pertama salat, kemudian mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara diundi, niscaya mereka akan melakukannya. Dan seandainya mereka tahu keutamaan salat Zuhur, mereka pasti akan berlomba-lomba datang lebih awal. Dan seandainya mereka tahu keutamaan salat Isya dan Subuh, mereka pasti akan mendatanginya meski harus merangkak.”
(HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Dari sabda itu, tergambar betapa besar nilai waktu dan langkah seorang muslim yang lebih dulu tiba di masjid—bahkan sebelum azan dikumandangkan.
Pahala Setara Salat
Comments 0