Kondisi TPST Bantargebang. Foto: KPNas
Diantara pendatang itu terjadi proses asimilasi dan kulturisasi, pembauran budaya melalui perkawinan; etnis Madura dengan etnis Betawi Ora Ciketingudik, Jawa dengan Sunda, Jawa Tengah dengan Indramayu, dll. Dalam ilmu sosial pada dasarnya istilah asimilasi dan akulturisasi punya pengertian sama dan sering digunakan secara tumpang tindih.
Hari Poerwanto (1999: 30) mengatakan: “Asimilai sebagai salah satu bentuk proses-proses sosial erat kaitannya dengan proses pertemuan dua kebudayaan atau lebih. Ernest W. Burges dalam Enclopedia of the Social Siciens (1957) mengatakan, bahwa akomodasi tidak selalu dapat menciptakan akumulasi, terutama apabila kontak yang intensif dan mendalam tidak terjadi. Akomodasi lebih dari perubahan “... the process of making social adjustment to conflict situations by maintaning social distances between groups and persons, ... is the process by which cultures and personalties interpretrate and fuse.”
Ada beberapa jenis asimilasi budaya, dalam konteks tersebut merupakan asimilasi perkawinan atau amalgamasi (amalgamation), yaitu terjadinya perkwinan campuran dalam skala besar. Perkawinan antar suku dan budaya semakin banyak terjadi di sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu. Tujuannya untuk membangun rumah tangga, memperoleh anak sebagai keturunan biologis, dan terpenting menyatu dengan budaya dominan serta demi keamanan.
Hans Gerth dan C. Wright Mills, Character and Social Structure: The Psychology of
Comments 0