|

Diskominfotik DKI Siapkan Anggaran 700 Miliar untuk Penguatan Infrastruktur Digital

Ida Farida
January 17, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp700 miliar untuk Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik). Alokasi anggaran itu, salah satunya digunakan untuk penguatan infrastruktur transformasi digital di sejumlah sektor.

"Total anggaran sekitar 700 Miliar tahun ini. Fokusnya tetap sesuai dengan RPD yang sudah ditetapkan dan juga untuk mendukung programnya pak pj gubernur. Mata anggaran spesifiknya salah satunya terkait dengan penguatan infrastruktur, artinya tetap ada program Jakwifi, kemudian sistem pengendalian banjir, transformasi digital," ujar Plt Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha, di Jakarta, Selasa (17/1/2023).

Diakuinya, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City (JSC) terus berupaya menghadirkan inovasi dan program pengembangan ekosistem kota cerdas, salah satunya melalui transformasi digital dengan memanfaatkan data. Dalam hal ini, ucapnya, JSC akan mengimplementasikan prinsip Master Data Management untuk membantu pengelolaan data master yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.

"Metode ini memungkinkan proses pengumpulan dan pembersihan data-data yang tersebar di berbagai instansi dan OPD untuk kemudian menjadi sumber data terpusat yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk pengembangan inovasi dan kebijakan," kata Yudhistira.

Lebih lanjut, Yudhistira mengatakan, berbagai pengembangan pada platform CRM seperti dasbor gubernur juga dilakukan untuk memudahkan gubernur memantau proses tindaklanjut laporan dari seluruh OPD secara real-time.

Selain itu, website sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) diperbaharui pula, agar lebih informatif dalam melacak, memantau, dan menanggulangi laporan permasalahan yang diadukan oleh warga Jakarta. 

Tidak hanya itu, dasbor Profil 360 warga kelurahan juga turut dikembangkan untuk dapat menggambarkan kondisi sosial ekonomi pada suatu wilayah kelurahan di DKI Jakarta. Dashboard ini dibangun berdasarkan konsep lima variabel sosial ekonomi, yakni pendidikan, kesehatan, demografi, perumahan, dan kesejahteraan rumah tangga. Harapannya, pemerintah setempat dapat mengetahui statistik warga dan mengambil kebijakan berdasarkan data yang tersedia. 

Jakarta Smart City mengembangkan pula fitur identitas digital untuk warga pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta yang disematkan ke dalam aplikasi JAKI secara native. Beberapa informasi penting yang dapat diakses oleh warga Jakarta seperti bantuan pendidikan, kesehatan (vaksinasi dan bantuan kepesertaan Jaminan Kesehatan), bantuan sosial untuk anggota keluarga, bantuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), bantuan penerimaan manfaat pangan bersubsidi, serta informasi rusunawa berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
 
Selain itu, lanjutnya, pada awal 2023 ini Jakarta Smart City juga kembali terpilih sebagai nominator dan bersaing dengan proyek-proyek dari seluruh dunia di ajang internasional, WSIS Prizes 2023. Adapun inovasi-inovasi dari Jakarta yang akan mewakili Indonesia di pentas tersebut yaitu:  

- JakLapor - Kategori C2. Building confidence and security in use of ICTs.

- Data Science Trainee - Kategori C7. ICT Applications: E-science. 

- Master Data Management - Kategori C7. ICT Applications: E-science.

- JSC Living Lab - Kategori C9. Media 

- Smart Change - Kategori C11. International and regional cooperation.  

“Inovasi dan program yang kami jalankan selama ini adalah hasil dari sinergi yang telah berjalan baik antara warga dan pemerintah. Kami akan terus berupaya dalam membantu mewujudkan kota yang bisa memudahkan segala aspek kehidupan bagi para warganya.” pungkas Yudhistira. ***

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News