Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati, DPR: Hakim Mendengar Suara Masyarakat

Abdillah Balfast
Feb 14, 2023

KOSADATA - Komisi III DPR angkat bicara ihwal putusan hakim pengadilan negeri (PN) Jakarta Selatan yang menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa pembunuhan berencana, Brigadir J yakni Ferdy Sambo. Di samping terpenuhinya fakta-fakta hukum, putusan ini juga sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat luas.

"Pertama bahwa hakimnya mendengar suara masyarakat. Suara masyarakat karena dianggap perisitiwa dianggap begitu keji. Kemudian rasa keadilan masyarakat terusik sehingga hukuman maksimal diharapkan masyarakat," kata Anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan kepada wartawan, Senin (13/2/2023).

Menurutnya, fakta-fakta di persidangam juga sudah cukup kuat. Apalagi, keterangan terdakwa Richard Eliezer atau akrab disapa Bharada E yang turut bersaksi atas pembunuhan berencana itu membuat peristiwa ini menjadi terang benderang.

"Ya atas dasar itu majelis hakim menjatuhkan hukuman mati kepada FS," ujarnya.

Legislator PDI-Perjuangan itu berharap, putusan yang didapatkan Ferdy Sambo ini juga berpengaruh terhadap putusan hakim terhadap istri dan juga para terdakwa lainnya yang telah membantu Ferdy Sambo.

Hanya saja, Trimedya berharap agar terdakwa Richard Eliezer tidak mendapatkan peningkatan hukuman dari majelis hakim. Kendati menjadi pelaku, tapi dia sudah berani untuk mengungkap peristiwa pembunuhan berencana yang telah dilakukan Ferdy Sambo.

"Di sisi lain, kita berharap ada juga keberanian yang progresif agar Eliezer dihukum seringan-ringannya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Terdakwa Ferdy Sambo divonis mati. Mantan Kadiv Propam Polri itu terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Ferdy Sambo melakukan perbuatannya bersama-sama dengan Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan Bharada E.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ferdy Sambo


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0