|

Ini Cara Ridwan Kamil Tekan Kemiskinan di Jabar, Dari Bansos Hingga Modal Usaha

Peri Irawan
January 18, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Provinsi Jawa Barat berhasil menekan angka kemiskinan cukup signifikan. Setidaknya, ada 17,36 ribu warga Jabar yang selamat dari jurang kemiskinan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membeberkan tiga cara jitu menekan angka kemiskinan di Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar itu. Ridwan Kamil konsisten memberikan bantuan sosial (bansos) hingga tambahan modal bagi warga miskin.

"Penurunan orang miskin terbanyak per September 2022 ini adalah Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk terbesar, 50 juta jiwa. Strateginya dgn 3 konsep terukur," ujar Ridwan Kamil dalam akun twitter pribadinya, dikutip Rabu (18/1/2023).

Tiga konsep terukur itu, ungkap pria yang akrab disapa Kang Emil itu adalah, bagi warga dengan level Miskin ekstrem diberi daya hidup dengan bantuan keuangan/bansos. Kemudian, warga level Miskin tengah dilakukan pendekatan dengan agresifitas pembukaan lapangan kerja via investasi dan penguatan UMKM.

"Investasi Jabar tertinggi 5 tahun berturut-turut. Lalu ketiga, bagi level miskin atas dilatih wirausaha dan diberi modal usaha," katanya.

Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Jabar, Isti Larasati Widiastuty menyebutkan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah warga miskin di Jawa Barat terus berkurang.  Jumlah perubahan warga miskin Jabar yang turun itu terjadi pada periode pada Bulan Maret 2022 hingga September 2022.

"Jumlah penduduk miskin pada September 2022 sebesar 4,05 juta orang, menurun sebanyak 17.360 orang terhadap posisi bulan Maret 2022," ungkapnya.

Persentase penduduk miskin pada September 2022 sebesar 7,98 persen. Namun demikian, jika dibandingkan dengan posisi September 2021 atau year on year, jumlah penduduk miskin September 2022 alami naik 0,01 persen poin.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2021 sebesar 7,48 persen, naik menjadi 7,52 persen pada September 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 9,76 persen, turun menjadi 9,75 persen pada September 2022.

Garis Kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp480.350/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp355.172 (73,94 persen) dan Garis Kemiskinan Non Makanan sebesar Rp125.178 (26,06 persen). ***

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News