Teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Foto: ist.
Ia juga mendorong pemanfaatan IPAL MBBR sebagai fasilitas riset bagi mahasiswa dan dosen lintas program studi, mulai dari pengembangan integrasi Solar PV dengan elektrokoagulasi, pemulihan nutrien dari urine, hingga penerapan sistem Internet of Things (IoT) untuk monitoring kualitas air limbah.
“IPAL ini tidak hanya menjadi sarana praktikum Prodi Teknik Lingkungan, tetapi juga terbuka bagi prodi lain untuk membangun inovasi, misalnya aplikasi IoT terintegrasi dengan sistem IPAL,” tambahnya.
Rachmad menilai teknologi yang diterapkan ITPLN relevan untuk diadaptasi kota besar seperti Jakarta yang memiliki beban air limbah tinggi dari gedung-gedung bertingkat. Ia mendorong pemerintah daerah menerapkan advanced treatment agar kualitas lingkungan perairan dapat dipulihkan.
“Pengelolaan air yang berkelanjutan sejalan dengan misi besar pemerintah. Sungai-sungai di Jakarta telah mengalami pencemaran berat, sehingga membutuhkan perbaikan masif agar dapat kembali dimanfaatkan sebagai sumber air baku di masa mendatang,” tegasnya.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0