|

Libur Imlek di Jakarta, Susuri Pecinan di Petak Sembilan

Ida Farida
January 20, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili jatuh pada Minggu, 22 Januari 2023. Pemerintah pun menetapkan Senin, 23 Januari 2023 menjadi hari cuti bersama. Akhir pekan ini menjadi momen libur panjang bagi warga Jakarta. Namun, kita tak perlu ke luar kota. Di Jakarta, banyak destinasi wisata budaya China. Salah satunya, kawasan Petak Sembilan di Jakarta Barat.

Petak Sembilan dan sekitarnya menjadi kawasan lengkap mulai dari agama, budaya, pariwisata, sosial hingga ekonomi. Lokasinya ada di daerah Glodok, Jakarta Barat. Ada banyak pilihan alternatif kendaraan untuk mengantar Anda ke sana. Jika menumpang commuter line (CL) atau kereta, pilih jurusan Stasiun Kota, mentok, jalan kaki saja melewati Asemka ke arah Glodok. Patokannya, Pantjoran Tea House.     

Untuk pecinta busway, TransJakarta, pastikan Anda memilih jurusan Glodok. Dari halte Glodok, jalan santai ke arah Petak Sembilan sekitar 15 menit.

Tiba di kawasan Petak Sembilan, dijamin asmosfernya terasa berbeda. Tidak hanya penjual, pengunjungnya pun mayoritas dari etnis Tionghoa. Tidak jarang, di sana koko dan cici berkomunikasi, berinteraksi dan bertransaksi dalam bahasa Mandarin, termasuk bahasa ibunya, hokkian dan khek.

Di jalan utama,  nampak toko obat-obatan tradisional Cina; Tay Seng Ho, Hauw-Hauw, Bang Seng dan masih banyak lagi. Bahkan, masih ada toko dan kios pernak-pernik  peralatan sembahyang bagi umat Budha dan Kong Ho Cu yang hanya bertuliskan aksara Cina.

Salah satu pemilik toko obat-obatan Cina, Afung menjelaskan usahanya adalah warisan dari ayahnya. Dia mengaku sebagai keturunan kedua yang lahir di Indonesia. Selain obat-obat tradisional Cina, kita juga ada sinshe (tabib) dan peramal, ujarnya dengan cengkok khas Betawi sembari tersenyum ramah.

Yang menarik, masuki saja gang kedua, Kemenangan. Meski jalannya agak sempit,  sedikit becek dan sering berebut jalan dengan pemotor, kita disuguhi lampu-lampu lampion merah ala Tiongkok.

Masih di gang Kemenangan. Yang tidak kalah menarik, banyak pedagang kaki lima yang menjajakan bahan makanan mulai dari sekba, paha kodok (swike) hingga teripang alias timun laut (haisom) di gerobak atau lapaknya.

Menurut Aping, haisomnya didatangkan langsung dari Pulau Bangka yang notabene kampung halamannya. Sekilo ada yang Rp100 ribu dan Rp250 ribu, tergantung kualitasnya, kata perempuan cantik ini ramah. 

Jika Anda belum lapar dan lelah, lanjutkan saja perjalanannya dan sempatkan berkunjung ke vihara Dharma Bakti. Rumah ibadah yang terletak di Jalan Kemenangan III, Petak Sembilan Nomor 19, RT 03/02 ini dibangun pertama kali pada tahun 1650 silam dan dinamakan Kwan Im Teng yang belakangan diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kelenteng.

Pada abad 18, Kwan Im Teng dikenal sebagai tempat ibadah buat masyarakat Tionghoa terpenting di Batavia. Begitu pula, sekarang. Pengunjung yang ingin sembahyang selalu menyesakinya.  

Selain wisata religi, yang ingin kulineran, jangan kuatir. Ada beberapa yang menjadi rujukan. Yang pertama dan legendaris, Bakmi Amoy di gang Gloria. Untuk menikmatinya, Anda harus sabar mengantri. Jangan lewatkan, bakmi ayam dan bakso gorengnya ya. 

Yang kedua dan ikonik, kopi es Tak Kie. Kedai kopinya sudah berdiri sejak 1927 lalu. Sayangnya, untuk menyeruput racikan 5 jenis kopi Lampung ini kita harus sedari pagi. Siangan sedikit kita bakalan kehabisan. 

Tak kalah ikonik, di dekat kopi es Tak Kie ini ada gerbang pecinan. Sebuah Gapura besar  berwarna abu-abu dengan tulisan "Selat Datang di Kawasan Pecinan Glodok". Gapura ini berdiri megah menyambut siapa saja yang hendak melintas ke Jalan Pancoran dari arah Jalan Gajah Mada. Saat diresmikan pada pertengahan 2022 lalu, Anies menyebutkan pembangunan gapura tersebut merupakan sebuah langkah untuk menghidupkan kembali sejarah.

Di kawasan ini, kita bisa mencicipi jajanan yang lain dari yang lain, rujak Shanghai. Makanan aneh ini terdiri dari kangkung rebus, ubur-ubur, cumi, ketimun dan lobak yang disiram dengan saus asam manis. Rasanya? Unik. 

Setelah kenyang dan hati senang, jangan lupa beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah dan teman-teman yang kita sayangi. Toko Mimi yang menjual aneka camilan, manisan dan permen bisa menjadi salah satu rujukan.  Disana tak kurang dari 120 macam dijajakan penjualnya yang ramah.

Setiap hari, kacang mete dan kacang Bogor dibeli konsumen, kata Yoseph yang mengaku jika sore kuliah, sementara pagi dan siang menjaga toko milik pamannya ini. Kawasan Petak Sembilan memang komplit. Daerah pecinan terbesar di Jakarta ini pantas menjadi magnet yang menarik. Tunggu apa lagi? Kenakan pakaian dan sepatu senyaman mungkin.***

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News