OJK Pastikan Perbankan RI Masih Tangguh

Yan Aminah
Sep 01, 2025

Foto: ist

KOSADATA – Stabilitas sektor perbankan kembali menjadi sorotan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kinerja industri perbankan nasional masih terjaga dengan profil risiko yang terkendali.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan kredit perbankan per Juni 2025 tumbuh 7,77 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp8.059,79 triliun. 

Pertumbuhan terutama ditopang oleh kredit investasi yang naik 12,53 persen, disusul kredit konsumsi 8,49 persen, dan kredit modal kerja 4,45 persen yoy.

“Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit tumbuh tinggi secara tahunan mencapai double digit. Pertambangan naik 20,69 persen, jasa 19,17 persen, transportasi dan komunikasi 17,94 persen, serta sektor listrik, gas, dan air tumbuh 11,23 persen,” kata Dian, dikutip Senin, 1 September 2025.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat menguat 6,96 persen yoy menjadi Rp9.329 triliun. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 25,81 persen, jauh di atas ketentuan minimum. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun ke level 2,22 persen dan NPL net 0,84 persen.

Di sisi lain, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan simpanan masyarakat di bank sepenuhnya aman. Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono, memastikan pihaknya memiliki aset Rp250 triliun yang cukup untuk menjamin tabungan nasabah. 

“Kalau ada bank yang bangkrut, dalam lima hari simpanan bisa dicairkan,” katanya.

Meski kinerja perbankan stabil, tantangan eksternal masih membayangi, seperti gejolak nilai tukar, tekanan suku bunga global, hingga perlambatan ekonomi dunia. 

Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus memperkuat regulasi serta pengawasan agar sistem keuangan lebih tangguh dan inklusif.

Ekonom Universitas Indonesia, Hendro Wijanarko, menilai perilaku menabung masyarakat menjadi salah


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0