Pertumbuhan Fintech Indonesia Tertinggi Kedua, Wamendag Dorong Sektor Produktif

Peri Irawan
Apr 19, 2023

KOSADATA - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengungkapkan, pertumbuhan industri financial technology (fintech) Indonesia tiap tahun mencapai 39 persen khususnya di masa pandemi Covid-19. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di antara negara-negara G20.

Menurut Jerry, pertumbuhan ini mengisyaratkan potensi dan eksistensi fintech yang akan makin penting dalam ekonomi Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu butir utama yang disampaikan Wamendag saat menjadi pembicara utama pada BCG and AC Ventures Report Launch dengan tema, " Shaping The Future of Fintecg in Indonesia" belum lama ini.

"Fintech sendiri adalah salah satu sektor dari industri digital secara keseluruhan. Karena itu, saya berharap fintech akan makin besar peranannya dalam sektor-sektor yang produktif sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Jerry dalam keterangan tertulis, Rabu (19/4/2023).

Menurutnya, posisi fintech dalam sektor produktif bisa dikembangkan mulai dari sektor mikro, kecil dan menengah. Syaratnya, semua pihak berkomitmen untuk membangun ekosistem yang aman dan saling menguntungkan.

"Dalam dunia perdagangan sendiri, fintech merupakan salah satu jalan keluar dari kebutuhan akan proses pembiayaan. Banyak pedagang kecil yang belum terjangkau oleh bank-bank konvensional," katanya.

Karena itu, Jerry berharap fintech makin familiar dan makin ramah bagi pelaku perdagangan di Indonesia, khususnya pedagang kecil. Hal ini karena perdagangan rakyat menjadi kegiatan penunjang utama ekonomi masyarakat sehingga harus didukung dengan kondisi yang menguntungkan bagi pelakunya.

"Fintech juga bisa mendukung kegiatan para pedagang, khususnya di pasar rakyat dan pasar tradisional, tentu dengan kondisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pedagang itu sendiri," ungkap Wamendag.

Dia menegaskan, Kementerian Perdagangan telah melakukan upaya-upaya dalam digitalisasi perdagangan, khususnya dalam pemanfaatan QRIS sebagai metode


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0