Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
KOSADATA — Aktivis senior Jakarta, Sugiyanto (SGY), menilai tiga gubernur hasil Pilkada DKI Jakarta—Fauzi Bowo, Anies Baswedan, dan Pramono Anung —memiliki kecerdasan dan kapasitas kepemimpinan yang saling melengkapi. Menurutnya, modal itu penting untuk membawa Jakarta sejajar dengan kota-kota dunia.
“Saya melihat Foke, Anies, dan sekarang Pramono adalah sosok yang cerdas. Mereka punya latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman memimpin dengan karya nyata,” ujar SGY kepada wartawan, Jumat, 3 Oktober 2025.
SGY menyebut Fauzi Bowo (Gubernur DKI 2007–2012) sebagai tokoh visioner yang meninggalkan banyak warisan pembangunan. Di antaranya pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT), penyelesaian Banjir Kanal Timur (BKT), hingga kelanjutan proyek busway dan MRT.
Anies Baswedan (2017–2022) disebut SGY meninggalkan jejak lewat revitalisasi Taman Ismail Marzuki, pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), serta penyelenggaraan ajang Formula E. “Karya mereka mengingatkan kita pada era Ali Sadikin yang fenomenal,” ujarnya.
Kini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dinilai menghadirkan visi lebih besar: menjadikan Jakarta sebagai kota global. Pramono menargetkan posisi Jakarta naik ke peringkat ke-50 dunia pada 2029, dari posisi 74 saat ini dalam Global City Index.
“Visi Pak Pramono ini sangat jelas: Jakarta harus berdaya saing global, tapi juga tetap menghadirkan kesejahteraan bagi warganya,” kata SGY.
Menurut SGY, dukungan politik terhadap Pramono juga tergolong solid. Pada Pilkada 2024, ia mendapat sokongan terbuka dari Fauzi Bowo, Anies Baswedan, hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kolaborasi lintas generasi itu disebutnya sebagai sinergi strategis.
“Sinergi tiga gubernur cerdas ini modal besar. Itu menunjukkan pembangunan Jakarta tidak boleh berhenti di satu periode saja,”
Comments 0