|

Pura-pura Buta, Pengemis Asal Tasikmalaya Raup Rp450 Ribu Per Hari

Eka Putri
January 21, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Sudin Sosial (Sudinsos) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) mengamankan seorang pasangan pengemis yang menyamar jadi tunanetra di wilayah Halim, Jakarta Timur.

Adapun pengemis yang menyamar pura-pura buta tersebut berinisial AA (57) dan ML (44) berasal dari Tasikmalaya.

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat P3S, Kurniawan Muhammad mengatakan, bahwa keduanya berpura-pura buta untuk mendapatkan belas kasihan dari masyarakat. Dengan begitu penghasilan kedua pengemis itu meningkat.

"Sebelum dia berpura-pura buta penghasilan mengemisnya sedikit, dengan pura-pura buta lebih banyak," kata Kurniawan kepada wartawan, dikutip Sabtu (21/1/2023).

Dengan pura-pura buta keduanya dapat mengantongi hingga Rp450 ribu perhari. "Penghasilan mencapai Rp 300 ribu - Rp 450 ribu," katanya.

Kurniawan mengatakan, AA dan ML telah menjalankan aksi bohongnya itu sejak Juni 2022, namun sebelum Juni 2022 keduanya hanya mengemis tanpa pura-pura buta.

"Pengakuan dari AA, beliau sudah menjalankan mengemis itu sejak tujuh bulan mengaku buta, tapi sebelumnya sudah mengemis, dia muter," tuturnya.

Kemudian, Kurniawan menerangkan, penangkapan AA dan ML bermula saat pihaknya berpatroli di Jakarta Timur. Saat melintasi Halim pihaknya mendapati AA dan ML sedang mengemis.

Kala itu, TRC P3S Sudin Sosial Jakarta Timur langsung mengangkut AA dan ML ke mobil patroli. Hanya saja, petugas syok kala mengetahui AA dan ML ternyata bisa melihat.

"Ketika dibawa, pengemis tersebut rupanya bisa melihat. Ketika ditanya memang pelaku mengakui kalau dirinya pura-pura buta," kata Kurniawan.

Kurniawan pun menjelaskan, kedua pengemis tersebut awalnya mengaku matanya agak buram, namun seketika keduanya mengakui hanya berpura-pura.

"Awalnya mereka mengaku matanya agak buram, setelah kita tanya ulang, akhirnya dia mengakui kalau dirinya ingin pura-pura buta ingin dapat belas kasihan," jelasnya.

Lebih lanjut, Kurniawan mengatakan AA dan ML bukanlah pasangan suami-istri. Melainkan, keduanya tetangga yang tinggal di Tasik Malaya, Jawa Barat.

Untun itu, untuk bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut, AA dan ML kini diberikan pembinaan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II Cipayung, Jakarta Timur. "Dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Cipayung," pungkas Kurniawan. ***

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News