Rahasia Olahraga Malam: Jantung Lebih Sehat, Tidur Lebih Nyenyak?

Ida Farida
Sep 25, 2025

Foto: ist

KOSADATA - Bagi sebagian orang, pagi hari selalu dipuja sebagai waktu terbaik untuk berolahraga. Namun, kesibukan kerja dan aktivitas membuat tidak semua orang bisa meluangkan waktu di awal hari. 

Menariknya, sejumlah riset justru memberi angin segar bagi mereka yang memilih berolahraga selepas senja.

Olahraga malam, jika dilakukan dengan cara yang tepat, ternyata menyimpan manfaat besar bagi tubuh. Penelitian mencatat aktivitas fisik teratur di malam hari mampu memperkuat fungsi jantung, menurunkan tekanan darah, hingga meredakan stres setelah seharian penuh dikejar rutinitas. 

Dalam sebuah studi, lari malam selama 30 menit dapat membakar 240–360 kalori, sekaligus memperbaiki kualitas tidur bila dilakukan sekitar dua jam sebelum istirahat.

Lebih jauh, temuan dari Journal of Physiology tahun 2020 menunjukkan bahwa tubuh manusia justru berada dalam kondisi lebih siap berolahraga pada malam hari. Performa otot meningkat, risiko cedera menurun—asal pemanasan dan teknik dilakukan dengan benar.

Meski begitu, olahraga malam bukan tanpa catatan. Aktivitas fisik yang terlalu dekat dengan jam tidur bisa mengacaukan pola istirahat. 

Minimnya pencahayaan juga menambah risiko terjatuh. Bagi penderita penyakit jantung tertentu, intensitas tinggi di malam hari bahkan berpotensi menambah beban kerja jantung.

Karena itu, para ahli menyarankan pilihan aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang. Jalan kaki, yoga, atau bersepeda santai disebut lebih ramah bagi tubuh bila dilakukan 90–120 menit sebelum tidur. Rentang waktu itu memberi kesempatan detak jantung dan suhu tubuh menurun secara alami.

Dengan langkah bijak, olahraga malam tak lagi dipandang sebagai “jalan pintas” orang sibuk, melainkan sebagai cara menyenangkan menjaga kesehatan jantung sekaligus mendapatkan tidur lebih lelap.***

Update terus berita terkini KOSADATA di Selanjutnya


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0