Blokade cepat yang dilakukan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Selat Hormuz. Foto: ist.
KOSADATA - Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) melakukan penutupan total akses bagi setiap kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz.
Pengasihan Komandan IRGC, Ibrahim Jabari menuturkan, aksi penutupan tersebut dilakukan sebagai bentuk sijap tegas Iran atas tindakan Amerika yang dinilai telah memonopoli pasar minyak global saat ini.
"Amerika Serikat serakah akan minyak. Biarkan mereka tahu bahwa kami kini telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal melintasinya," kata Jabari seperti dikutip dari ANTARA pada Rabu, 4 Maret 2026.
Jabari mengungkapkan bahwa aksi penutupan jalur pelayaran penting tersebut akan menyebabkan lonjakan harga minyak menjadi hingga 200 dolar AS (sekitar Rp3,3 juta) per barel.
Akibatnya, Amerika Serikat akan mengalami kesulitan karena jalur distribusi minyak milik mereka kini telah terputus.
Tak hanya itu, IRGC juga mengklaim bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal terhadap tiga kapal tanker milik AS dan Inggris di Teluk Persia dan Selat Hormuz pada hari Minggu (1/3) kemarin, dan satu kapal tanker AS berhasil dihantam oleh dua drone milik Iran pada keesokan harinya.
Serangan tersebut, merupakan respon dari Iran setelah pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan terdapat kerusakan dan korban sipil. Serangan tersebut juga menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0