|

Ungkap Kriteria Capres, Pengamat: Kedaulatan Milik Rakyat, Bukan Ditangan Jokowi

Peri Irawan
May 16, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam musyawarah relawan di istora senayan menunjukkan tidak netralnya pemerintah dalam suksesi Pilpres 2024. Padahal kedaulatan negara berada di tangan rakyat.

Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting,  Pangi Syarwi Chaniago menilai kriteria calon presiden yang ditetapkan oleh Jokowi merupakan upaya untuk mendikte rakyat.

"Jadi beliau (jokowi) ingin mendikte rakyat sebetulnya, bahwa demokrasi akar rumput adalah memilih capres  yang sesuai dengan seleranya pak jokowi, bukan seleranya rakyat," kata Pangi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Pangi berpendapat isi pidato Jokowi dihadapan para relawan menegaskan bahwa kriteria yang disampaikan merupakan selera pemerintah. Baginya, penentuan sosok Capres tidak harus dicampuri.

"Karena dia menginginkan pemimpin yang mencintai bangsa dan negara supaya potensi Indonesia menjadi negara maju 13 tahun lagi itu bisa tercapai. Keberlanjutan itu sebetulnya adalah Ganjar. Kalau pesannya pak Jokowi jelas bahwa yang menjadi capres itu ya Ganjar," tegasnya.

Selain itu, Pangi memprediksi bahwa acara musra relawan itu merupakan panggung bagi Jokowi untuk menegaskan posisi sebagai king maker. Karena sejak diumumkannya Ganjar Pranowo sebagai Capres seolah PDI Perjuangan mengambil posisi Jokowi sebagai orang pertama yang menghendaki Ganjar menjadi Capres penerusnya.

"Jadi bagi jokowi, (jangan dianggap remeh) relawan juga punya kekuatan, jejaring yang kuat. Kemarin kan seolah ganjar ini di take over, diakuisisi oleh megawati. Iya jokowi engga mau saham kemenangan ganjar itu karena pdip aja," pungkasnya.

Diketahui, Jokowi mengungkap kriteria presiden yang dibutuhkan Indonesia di masa mendatang. Salah satunya adalah sosok pemimpin berani.

Jokowi mencontohkan keberaniannya menyetop ekspor bahan mentah. Dia tetap melakukannya meskipun digugat Uni Eropa.

"Saya titip kepada pemimpin berikut jangan takut digugat oleh negara mana pun. Kalau digugat, cari pengacara, lawyer terbaik agar kita menang," kata Jokowi pada Puncak Musra di Jakarta, Minggu (14/5).***