|

Wajah Baru TMII, Wisata Budaya yang Modern, Hijau Hingga Ramah Disabilitas

Admin Kosadata
December 30, 2022
0
1 minute

 

KOSADATA - Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono menyampaikan, revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dimulai sejak bulan Januari 2022 sudah rampung dikerjakan. Saat ini, pihaknya masih melakukan uji coba terbatas secara bertahap.

"Hasilnya, Wajah Baru TMII berhasil mengusung empat konsep pengelolaan yaitu Inclusive, Green, Smart and Culture. Pada konsep Inclusive, artinya ada keterbukaan ruang di TMII untuk seluruh lapisan masyarakat dan ramah terhadap difabel," ujar Edy kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, pada tanggal 24 Oktober 2022 telah dilakukan serah terima Pengelolaan Hasil Pekerjaan Pembangunan/Renovasi Taman Mini Indonesia Indah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kepada Kementerian Sekretariat negara melalui PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) selaku pengelola TMII.

Proyek revitalisasi ini, sambungnya, dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2021 dengan melibatkan beberapa stakeholder, di antaranya Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian BUMN.

"Kedepan untuk menghasilkan ruang publik, TMII mewadahi, agar semakin banyak ruang yang bisa dipakai oleh komunitas. Karena Indonesia memiliki banyak komunitas yang memiliki hobi khusus ya," ujar Edy didampingi Corporate Secretary PT TWC, Emilia Eny Utari.

Hal ini, lanjutnya, dilakukan sebagai bagian komitmen Pemerintah untuk menghadirkan tempat wisata supaya sinkron dan bisa diakses masyarakat agar banyak ruang bisa digunakan.

Kedua, konsep Green, sehingga TMII menerapkannya membuat ruang terbuka. "Yang tadinya 70 persen pembangunan-30 persennya ruang terbuka jadi kita balik, sekarang 70 persennya ruang terbuka dan 30 persen bangunan," terangnya.

Dikatakannya, pohon-pohon sebagai penghijauan di TMII kedepannya didata, kemudian kendaraan yang masuk tidak beremisi akan dicek. "Sehingga TMII berkontribusi mengurangi emisi karbon dan menyuplai oksigen dengan banyaknya pohon yang ada di TMII ini," katanya.

"Pohon-pohon yang ada di TMII akan teridentifikasi karena manfaat konsep Green tadi. Pengunjung dapat teredukasi. Sesuai platform program Green yang menjadi fokus TMII," tambahnya.

Tempat parkir pun akan disentralkan, didesain konsep pedestrian agar nyaman. Sehingga pengunjung didorong dapat berjalan dengan aman dan nyaman. "Kita imbau pada para calon wisatawan yang hendak ke TMII dapat menggunakan publik transportasi menuju Pintu 3," ujar dia.

Ini dilakukan agar orang tidak menggunakan kendaraan pribadi. TMII ingin menghadirkan berkontribusi sebagai kawasan yang ramah lingkungan.

Pada konsep ketiga Smart, sesuai perkembangan jaman. Kedepan, TMII akan dihadirkan secara transparan didorong teknologi, agar segala transaksi menjadi transparan terhadap asset milik negara ini. "Konsep Smart ini kita sempurnakan dengan sistem berbasis Enterprise Resource Planning (ERP). Sekaligus bisa melihat perputaran transaksi yang ada di TMII," tukasnya.

Selanjutnya, konsep keempat yakni Culture, ini juga untuk mendekatkan pengunjung pada sejumlah anjungan/museum yang dimiliki TMII. "Jadi museum/anjungan kedepan jangan hanya menampilkan masa lalu saja. Nanti konsepnya museum 20 persen isinya masa lalu dan 80 persennya masa depan," ungkap dia.

Dicontohkannya, seperti Museum Iptek yang mengadirkan teknologi masa depan, dan masa lalu hanya sebagai pengingat. "Kolaborasi juga akan didorong untuk memberikan keuntungan".

Lalu Museum Transportasi jangan hanya menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai tetapi bagaimana pengunjung dapat melihat transportasi pada masa depan.

Sementara, anjungan yang disiapkan disini sudah mempunyai pedoman. Anjungan harus bisa representasi provinsinya masing-masing. Pertama yang diinginkan, anjungan dapat menjadi etalase untuk tourisme. "Ada showcase tempat unggulan wisata pada anjungan provinsi maupun ekonominya," tukasnya.

Tak hanya itu, pengunjung akan melihat profile anjungan sebenarnya yang akan ditampilkan dalam bentuk digitalisasi. Ini penting direpresentasikan disamping kekayaan budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung TMII.

"Setiap tahun kegiatan ini akan rutin digelar. Pertama, TMII Tourisme Forum, untuk menampilkan forum dan dibuyer kepada travel agent untuk memberi manfaat bagi provinsinya," ucap Edy.

"Kedua, TMII Investmen bekerjasama dengan BKPM dan TMII akan menjadi showcase Indonesia dan ini akan dijalankan di tahun 2023," tambahnya.

Sekadar diketahui, sarana dan prasarana yang direvitalisasi di TMII meliputi penataan area gedung utama, renovasi joglo (Sasono Utomo, Sasono Langen Budoyo, dan Sasono Adiguno). Renovasi museum, penataan lanskap anjungan dan pedestrian, penataan Outer ring (halte), area parkir, dan gedung pengelola.

Kemudian penataan lanskap pulau-pulau di danau Archipelago (pedestrian anjungan, Amphitheater, dan promenade), renovasi eks Theater Garuda, eks Museum Telkom dan Keong Emas. Penataan Lanskap Pedestrian Anjungan, Viewing Tower, Pembangunan Community Center dan Struktur Parkir (Elevated). ***

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News