AI Bikin Lowongan Pekerjaan Makin Minim, Perusahaan Banyak Pakai Kecerdasan Buatan

Abdillah Balfast
Jan 08, 2026

Ilustrasi lowongan pekerjaan yang sedikit dan PHK massal

KOSADATA - Perkembangan pesat Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai memberi dampak nyata pada pasar tenaga kerja global. Memasuki 2026, bukan hanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menjadi sorotan, tetapi juga melambatnya perekrutan karyawan baru, terutama di perusahaan-perusahaan besar.

Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, mengungkapkan bahwa adopsi AI membuat banyak korporasi besar menahan laju rekrutmen. Menurutnya, tingkat perekrutan yang rendah, meski tidak dibarengi lonjakan PHK, diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu ke depan.

Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang gerak pencari kerja. Minimnya lowongan baru membuat persaingan kerja kian ketat dan berpotensi menekan angka penyerapan tenaga kerja.

Meski begitu, Kashkari menilai dampak perlambatan perekrutan belum terlalu terasa di sektor usaha kecil. “AI benar-benar berdampak pada perusahaan besar,” ujarnya.

Penggunaan AI mulai meluas sejak kemunculan ChatGPT besutan OpenAI pada 2022 yang langsung menyedot perhatian dunia. Sejak saat itu, banyak perusahaan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas kerja.

Namun, ekspansi teknologi AI juga memicu berbagai kekhawatiran, mulai dari ancaman terhadap lapangan kerja manusia, efektivitas peningkatan produktivitas, hingga risiko kesalahan investasi teknologi.

Meski demikian, Kashkari menyebut semakin banyak pelaku usaha yang kini merasakan manfaat nyata dari investasi AI. Bahkan, sejumlah perusahaan yang sebelumnya skeptis mulai mengakui adanya lonjakan produktivitas.

“Tidak diragukan lagi ada investasi yang keliru. Namun banyak bisnis yang menggunakan AI dan melihat peningkatan produktivitas yang nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan, perusahaan yang dua tahun lalu meragukan AI kini justru telah menggunakannya secara aktif dalam operasional bisnis mereka. (***)

Update berita terkini KOSADATA di


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0