Ancaman Nyata Ekonomi RI di Tengah Ketidakpastian Global, Perkuat SDM dan Transformasi Energi

Fahmi Wahyudi
Apr 07, 2026

Foto: dok. UGM

diambil untuk menjaga stabilitas sesaat, namun belum cukup kuat dalam membangun fondasi ekonomi jangka panjang.

“Sering kali yang dilakukan adalah memastikan kondisi tahun berjalan tetap aman, sementara perencanaan jangka panjang kurang mendapat perhatian yang cukup, sehingga kebijakan terlihat reaktif dan tidak memiliki arah yang kuat,” tuturnya.

Ia juga menyoroti adanya pengaruh pertimbangan politik dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Menurutnya, hal ini berpotensi meningkatkan risiko fiskal apabila tidak disertai perencanaan yang matang.

“Ketika kebijakan lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan politik, maka risiko fiskal menjadi lebih besar karena keputusan yang diambil tidak sepenuhnya berbasis kebutuhan ekonomi yang riil,” tegasnya.

Dampaknya mulai terasa pada sektor riil dan sistem keuangan. Yudis menyebut tekanan biaya dan ketidakpastian membuat perbankan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Ketika tekanan biaya meningkat dan ketidakpastian tinggi, perbankan akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, sehingga sektor riil ikut terdampak dan pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas,” ujarnya.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Yudis menekankan pentingnya komitmen terhadap kebijakan jangka panjang, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia dan transformasi energi.

“Kalau kita ingin kuat dalam jangka panjang, maka komitmen pada pembangunan sumber daya manusia dan transformasi energi harus benar-benar dijalankan secara serius, bukan sekadar menjadi wacana,” katanya.

Ia menilai, fondasi kebijakan ekonomi Indonesia saat ini belum cukup kuat menghadapi tekanan global yang berlapis. Tanpa pembenahan struktural, dampak eksternal akan terus membebani perekonomian nasional.

“Fondasi kita sebenarnya belum cukup kuat, sehingga ketika tekanan datang dari berbagai arah, respons yang dihasilkan sering kali belum optimal dan masih perlu banyak pembenahan,” pungkasnya.***

Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0