Bikin Nyaman! KAI Gunakan Toilet Ramah Lingkungan di Kereta Api

Dian Riski
May 02, 2024

KAI gunakan toilet ramah lingkungan di kereta api. Foto dok KAI

mengurai kotoran sebelum dialirkan ke filter lanjutan.

Sementara itu, filter lanjutan terdiri dari tujuh kolom bahan penyaring, seperti zeolite kecil, pasir, karbon, dan sejumlah kolom lainnya yang terdiri dari kombinasi bahan penyaring.

"Zat zeolite, karbon, pasir, dan cairan mikrobakteri/bio bakteri merupakan bahan yang digunakan untuk mengurai limbah padat menjadi gas dan cairan. Limbah gas dan cairan yang dihasilkan tergolong ramah lingkungan karena tidak berbau," jelas Joni.

Untuk menjaga agar box penampungan Toilet ramah lingkungan tetap berfungsi dengan optimal, diperlukan perawatan dan pemeliharaan secara berkala oleh petugas.

Setiap tiga bulan, dilakukan pengurasan serta pemberian bahan pengurai kotoran (bio bakteri).

Limbah hasil dari proses pengolahan ini akan dibuang ke septic tank yang tersedia di area stabling cuci kereta untuk memastikan keamanan lingkungan.

Dengan demikian, Toilet ramah lingkungan bukan hanya sekadar sebuah inovasi, tetapi juga sebuah langkah yang penting untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Dengan ini, diharapkan Kereta Api akan terus menjadi pilihan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Toilet ramah lingkungan merupakan solusi cerdas dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, terutama dalam konteks transportasi publik seperti Kereta Api.

Langkah KAI telah menunjukkan arah yang benar dalam menjaga keberlanjutan transportasi.

"Dengan terus mendorong inovasi dan kesadaran lingkungan, kita semua dapat berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan bersih," pungkas Joni.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0