Foto: ist
Bambang mencontohkan sejumlah kisah sukses: kopi arabika Gayo yang ekspornya meningkat ke Eropa dan Timur Tengah, furnitur Jepara yang menembus pasar Amerika dan Jepang, serta modest wear Bandung yang mulai dilirik Timur Tengah.
Namun, ia mengingatkan tren global menuntut produk berkelanjutan. Pasar Eropa dan Amerika makin selektif terhadap produk ramah lingkungan. “Kalau kita bisa satukan Kadin, HIPMI, perbankan, pemerintah, dan marketplace, saya optimis UMKM Indonesia tidak hanya jadi tulang punggung ekonomi nasional. Tetapi juga pilar ekspor yang berdaya saing global,” pungkasnya.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0