Salah satu sudut gang yang indah di Kelurahan Gempolsari. Foto: PPID Jabar
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Bandung atas program ini. Semoga dengan adanya mesin Motah, pengelolaan sampah di wilayah kami bisa lebih efektif,” ujar Tri Setya Handayani, Selasa (11/2/2025).
Namun, keberhasilan Gempolsari bukan hanya terletak pada kebersihan dan pengelolaan sampah semata. Mereka juga menggerakkan semangat warga untuk memanfaatkan ruang publik secara kreatif. Di RW 02, sebuah gerakan bernama brand.gg mengubah gang-gang sempit yang dulunya hanya menjadi jalur sirkulasi udara menjadi ruang publik yang bersih, sehat, dan penuh warna.
Inisiatif ini, yang diprakarsai oleh Andi Abdulqodir dan Arum Kartikaningbudi, membawa dampak besar. Gang-gang yang dulu tak lebih dari jalan sempit kini telah menjadi tempat berkumpul yang inspiratif. Andi, Ketua RW 02, menyebutkan, "Brandgang ini kami jadikan ruang bagi pemuda untuk mengembangkan wawasan kreatif dengan turun langsung ke masyarakat. Kami ingin kreativitas anak muda tak hanya berakhir di kanvas atau layar gadget, tetapi bisa diaplikasikan di lingkungan sekitar."
Sebanyak 22 gang telah direvitalisasi, dan empat lorong utama kini memiliki fungsi spesifik. Kebun Rukun Asih menjadi tempat bagi warga untuk bercocok tanam bersama, Lorong Komunitas dijadikan sebagai ruang seni dan budaya, sementara Lorong Perdamaian menjadi titik awal revitalisasi gang. Tidak ketinggalan, Lorong Perjalanan Air yang berfokus pada edukasi lingkungan dan sanitasi.
Semua kegiatan dilakukan dengan keterbukaan. Setiap kali ada acara, warga yang melihat langsung menjadi penasaran dan kemudian ikut berpartisipasi. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong dan
Comments 0