Greenpeace Putuskan Kiriman Teror Kepada Iqbal Akan Dilaporkan ke Polisi

Restu Hanif
Jan 02, 2026

Teror yang diterima oleh aktivis Greenpace, Iqbal Damanik.

KOSADATA — Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik mengalami aksi peneroran oleh pihak tak dikenal berupa pengirimn bangkai ayam yang disertai dengan pesan bernada ancaman yang berisi 'Jagalah ucapanmu bila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu' pada Selasa, 30 Desember 2025.

Ketua Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak kepolisian setelah mendapat persetujuan dari Iqbal.

"Terkait langkah lanjutan, kecenderungannya kami akan laporkan teror ini kepada kepolisian," kata Leonard dikutip dari Tempo pada Jumat, 02 Januari 2026 di Jakarta.

Leonard memastikan, langkah yang diambil oleh Greenpeace telah mendapatkan persetujuan dari Iqbal dan keluarganya, dan akan segera melaporkan kepada kepolisian dalam waktu dekat.

“Dari hasil diskusi Iqbal setuju, dan kami akan buat laporan ke kepolisian kira-kira pekan depan," imbuhnya.

Leonard menduga, aksi teror yang menerpa Iqbal tersebut tak terlepas dari kerja rekannya yang terus menggaungkan kritik atas penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di Sumatera.

Ia menilai, pola yang ditemui pada aksi ini dapat diidentifikasi sebagai upaya pembungkaman atas penanganan bencana Sumatera. Dugaan tersebut ia dapati karena aksi teror ini juga menyasar sejumlah figur seperti DJ Donny, Sherly Annavita dan Virdian Aurelio, hingga Yama Carlos, yang juga bersuara vokal terkait penanganan bencana Sumatera.

"Sehingga kami menilai ini teror yang terjadi sistematis terhadap orang-orang yang belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatera," ujarnya.

Leonard menegaskan bahwa kritik seharusnya menjadi hak bagi setiap warga negara dan tidak bisa dipandang sebagai sebuah ancaman, melainkan sebuah bentuk ekspresi demokrasi sekaligus pengingat bahwa kedaulatan tertinggi


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0