Foto: dok. UNAIR
KOSADATA – Akademisi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dr Arif Nur Muhammad Ansori, ilmuwan muda Sekolah Pascasarjana UNAIR, tampil sebagai pembicara tamu dalam V International Conference on Food Quality and Food Safety (FQFS) yang berlangsung di National Center, Moskow, Rusia.
Konferensi bergengsi itu digelar oleh RUDN University dan V.M. Gorbatov Federal Research Center for Food Systems of the Russian Academy of Sciences, melibatkan lebih dari 35 negara. Para pakar, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan hadir membahas isu ketahanan pangan dan keamanan hayati.
“Saya merasa bangga dan terhormat mewakili Indonesia dan UNAIR di forum internasional,” ujar Arif seperti dilansir laman resmi UNAIR, Kamis, 2 Oktober 2025.
Sebagai anggota Akademi ilmuwan muda Indonesia (ALMI), ia juga menjajaki peluang kolaborasi dengan peneliti Russian Academy of Sciences.
Dalam forum itu, Arif mengangkat riset tentang Bovine Leukemia Virus (BLV), virus yang menyerang sapi sebagai komoditas pangan. Menurutnya, BLV tidak hanya mengancam kesehatan ternak, tetapi juga bisa berdampak pada perekonomian global jika tidak tertangani serius.
“Perlu metode yang tepat untuk mendeteksi penyakit ini, termasuk teknologi DNA. Inovasi semacam ini penting untuk menjamin kualitas pangan hewani sekaligus mendukung kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Arif menekankan bahwa penyakit hewan menular merupakan isu lintas negara. Ia juga mengaitkan riset BLV dengan peran strategis Indonesia di BRICS, sebagai bukti Indonesia bukan sekadar konsumen teknologi, melainkan kontributor aktif ilmu pengetahuan.
Lewat partisipasinya, Arif berharap dapat membuka pintu bagi kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, hingga publikasi ilmiah internasional. “Ilmu pengetahuan adalah jembatan antarbangsa. Melalui kolaborasi riset internasional, kita bisa bersama menghadapi tantangan
Comments 0