Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: ist
Hingga kini, program CKG telah berlangsung di 9.552 Puskesmas di 38 provinsi. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mencatat partisipasi tertinggi, menyumbang sekitar 60 persen peserta. Sementara itu, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan menjadi daerah dengan partisipasi terendah.
Ketimpangan juga terlihat dari sisi gender. Sebanyak 62,2 persen peserta adalah perempuan, sedangkan laki-laki hanya 37,7 persen.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Endang Sumiwi menargetkan 100 juta warga akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis hingga akhir 2025. Dengan laju saat ini mencapai 200 ribu peserta per hari, target itu dinilai realistis.
“Dengan sisa waktu enam sampai tujuh bulan, kami optimistis bisa menambah 30–40 juta peserta dari komunitas umum,” ujar Endang.
Mulai Juli 2025, program ini juga akan menyasar pelajar melalui Program CKG Sekolah, yang menyasar hingga 50 juta siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pemeriksaan akan difokuskan pada gizi, tumbuh kembang, kesehatan mata, pendengaran, serta kesehatan mental.
“CKG bukan hanya pemeriksaan, tapi awal dari transformasi gaya hidup sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Endang.
Masyarakat dapat mengikuti program ini dengan mengunjungi Puskesmas terdekat atau mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Kemenkes menegaskan bahwa layanan bersifat adaptif, disesuaikan dengan usia dan risiko individu, namun setiap peserta dijamin mendapatkan pemeriksaan dasar.***
Comments 0