Kasus kanker usus di Kota Bogor meningkat. Foto: ist
Gejala awal yang ia rasakan berupa buang air besar berdarah, feses kecil-kecil seperti kotoran kambing, hingga perut sering terasa nyeri. Pada 2008, di usia 25 tahun, Tuti divonis kanker usus besar setelah pemeriksaan laboratorium. Ia pun menjalani operasi usus dan prosedur stoma.
“Alhamdulillah kalau kankernya sudah sembuh. Tapi saya tetap menggunakan stoma karena manusia memerlukan sistem pembuangan,” ucapnya.
Kini, Tuti aktif memberi motivasi kepada sesama penyandang stoma. Ia mengajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor pun menekankan pentingnya kesadaran masyarakat soal pola makan dan gaya hidup. “Karena pencegahan tetap lebih baik ketimbang pengobatan,” kata Retno.***
Comments 0