Mahasiswa ITPLN Gagas Kereta Surya Pengangkut Hasil Tani di Perbukitan

Ida Farida
Aug 26, 2025

Foto: dok. ITPLN

KOSADATA — Tim mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) merancang prototipe monorel ringan bertenaga surya yang diberi nama SATRIA (Solar Agro Train of Indonesia). 

Inovasi ini ditujukan untuk mempermudah distribusi hasil pertanian di wilayah perbukitan yang kerap terkendala medan terasering.

Ketua tim, Benedictus Dimas Cahyo Prihastono, menjelaskan kereta mini ini dikembangkan bersama empat rekannya—Putri Jesika Anastasia Siahaan, Akmal Dzaky Adhynata, Humaida, dan M. Mucklis Aula Rohman—dengan bimbingan dosen Samsurizal. 

“Indonesia selama ini menghadapi kerugian pascapanen hingga 30 persen akibat distribusi yang sulit di daerah perbukitan,” ujar Dimas dilansir laman resmi ITPLN, Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurut Dimas, sistem angkut manual yang umum digunakan petani sering menimbulkan risiko kecelakaan serta biaya logistik tinggi. 

SATRIA hadir dengan konsep energi mandiri berbasis panel surya, desain adaptif mengikuti kontur lahan, serta sistem kontrol sederhana berbasis tombol. Kereta mini ini dilengkapi mekanisme rack and pinion untuk menjaga stabilitas di jalur menanjak dan menurun, serta rem sentrifugal untuk keamanan.

Prototipe ini merupakan hasil riset dalam ajang Student Research Challenge Fakultas Teknik Elektro dan Energi Terbarukan ITPLN

Dosen pembimbing menilai inovasi tersebut relevan dengan kebutuhan desa dan sejalan dengan visi kampus mendorong energi bersih serta mobilitas cerdas.

Tim berharap SATRIA mampu menekan biaya distribusi, mengurangi risiko kecelakaan kerja, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2, 7, 9, dan 11. 

Peta jalan pengembangan mencakup uji coba prototipe mini hingga penerapan di desa binaan dalam beberapa tahun mendatang.

Informasi lengkap mengenai program inovasi mahasiswa ITPLN dapat diakses melalui laman resmi www.ITPLN.ac.id.***

Update terus berita KOSADATA di


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0