Menparekraf Apresiasi Gagasan "Destinasi Wisata Edu Heritage Jakarta-Cirebon"

Dian Riski
Mar 27, 2024

Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi Yayasan Badan Wakaf Kasepuhan Cirebon untuk menghadirkan program "Wisata Edu Heritage Jakarta-Cirebon". Foto dok Kemenparekraf

dapat meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya dari Jakarta ke Cirebon.

Menurut keterangan Ahmad Jazuli, Keraton Kasepuhan Cirebon masih menjalankan adat istiadat dan tradisi yang kuat. Dalam setahun setidaknya ada 42 adat istiadat dan tradisi yang masih berjalan. 

"Maka dari itu, peluang ini kita kemas menjadi paket Wisata Edu Heritage yang bisa memberikan pencerahan budaya kepada generasi muda," ujarnya.

Ketua Umum Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Yang Mulia Karaeng Turikale VIII Maros, Sulsel, Brigjen Pol (P) Dr. A.A Mapparessa menyampaikan, paket wisata yang dikemas dalam konsep edu heritage menyajikan beragam atraksi menarik.

"Saya rasa model edu heritage ini juga akan menjadi salah satu model untuk bisa direplikasi di keraton-keraton lainnya. Dan kami berharap ini bisa menjadi pilot project bagi pengembangan destinasi wisata keraton untuk menjadi destinasi wisata sejarah unggulan," ujar Yang Mulia Karaeng Turikale VIII Maros.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menambahkan Cirebon memiliki banyak daya tarik unggulan. Mulai dari Tari Topeng, Kereta Barong, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Gua Sunyaragi, hingga Ziarah Makam Sunan Gunung Jati.

Pada tahun 2024 ini Kota Cirebon akan mengembangkan lima destinasi wisata baru yang berbasis heritage atau cagar budaya. 

"Sehingga aspek pelestarian, pemanfaatan, pengembangan, dan pemberdayaannya tetap terjaga. Jadi ini akan menjadi modal kami untuk menetapkan desain pengembangan pariwisata berbasis budaya ke depan," kata Agus.

Hadir mendampingi Menparekraf, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0