Menteri Riefky jajal kuliner lokal seperti Filosofi Kopi. Foto: dok Kemenekraf.
KOSADATA - Di tengah riuh libur Lebaran 2026, kawasan Blok M menjelma seperti panggung terbuka. Bukan sekadar pusat belanja, melainkan ruang hidup bagi ide, rasa, dan perjumpaan. Di antara aroma kopi dan lalu lalang pengunjung, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, tampak larut dalam denyut kawasan yang tak pernah benar-benar sepi itu.
Riefky menyusuri sudut-sudut Blok M yang kini kian terintegrasi. Langkahnya berhenti di beberapa titik—dari jembatan MRT Blok M BCA hingga Blok M Hub—mengamati langsung bagaimana ruang publik dan transportasi berpadu dalam satu ekosistem kreatif.
“Saya melihat secara langsung dinamika aktivitas publik, ruang kreatif, serta integrasi kawasan Blok M sebagai pusat pergerakan aktivitas masyarakat, khususnya para pegiat ekonomi kreatif dari subsektor kuliner,” ujar Riefky dalam keterangannya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Di sela kunjungan, ia singgah ke sejumlah jenama kuliner lokal seperti Filosofi Kopi dan Nasi Dendeng Minang Pride. Di tempat-tempat itulah, denyut ekonomi kreatif terasa paling hangat—ketika produk lokal bertemu konsumen yang haus pengalaman, bukan sekadar konsumsi.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah, melalui Kementerian Ekraf, melihat Blok M sebagai simpul penting yang mempertemukan komunitas, pelaku usaha, hingga subkultur urban. Transformasi kawasan ini dinilai berhasil, terutama dengan dukungan akses transportasi publik yang memudahkan mobilitas.
“Blok M bukan sekadar pusat belanja, tetapi juga ruang tampil (showcase) terhadap ide, produk, dan ekspresi kreatif generasi muda,” ujar Riefky menambahkan.
Sebelum menyusuri kawasan, Riefky sempat menengok SMA Negeri 6 Jakarta—almamaternya—yang dikenal konsisten melahirkan lulusan berkualitas. Dari sana, perjalanan berlanjut ke pusat-pusat keramaian yang kini menjadi magnet baru warga ibu kota.
Co-founder
Comments 0