Pemulihan akses jalan nasional di Aceh
KOSADATA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus mempercepat pemulihan akses jalan nasional di berbagai wilayah Aceh yang terdampak banjir. Sejumlah ruas mulai pulih secara bertahap setelah dilakukan penanganan darurat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat untuk mengembalikan konektivitas dan memperlancar distribusi logistik ke wilayah terdampak.
“Penanganan darurat kami lakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah, dengan fokus utama memulihkan konektivitas guna memperlancar distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).
Pemulihan infrastruktur di wilayah timur dan utara Aceh menunjukkan perkembangan positif. Pekerjaan penimbunan oprit di ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen ditargetkan membuat akses kembali fungsional pada 12 Desember 2025.
Sementara itu, pemasangan jembatan bailey di ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara terus dikebut dengan target selesai pada 14 Desember 2025.
Pemulihan di wilayah tengah Aceh lebih kompleks karena banyak jembatan yang terputus. Pekerjaan di ruas Kota Bireuen–Batas Bener Meriah tetap berjalan, dengan pemasangan jembatan bailey di Jembatan Teupin Mane ditargetkan rampung 15 Desember 2025.
Enam jembatan putus menuju Aceh Tengah juga sedang dipulihkan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.
Sejumlah ruas strategis kini sudah dapat dilalui kembali. Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram serta Geumpang–Pameue–Genting Gerbang–Sp. Uning menunjukkan perkembangan pemulihan yang signifikan.
Kementerian PU juga memastikan material penanganan seperti bronjong, armco, dan geotekstil telah tersedia di lokasi dan pemasangannya dilakukan secara bertahap.
Akses Banda Aceh–Meureudu kini sudah kembali terhubung. Lalu lintas di koridor Lhokseumawe–Langsa dan Langsa–Kuala Simpang juga kembali
Comments 0