APERTI BUMN buka program kuliah bersama dan joint research. Foto: dok. APERTI BUMN
“Di sinilah pendidikan tinggi harus hadir. Kalau kita berjalan sendiri-sendiri, kita akan tertatih. Tetapi kalau solid, saya yakin perguruan tinggi kita bisa menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan teknologi,” ucapnya.
Iwa menegaskan, kolaborasi enam perguruan tinggi di bawah APERTI BUMN juga diarahkan menjadi kontribusi nyata menuju visi Indonesia Emas 2045. Mahasiswa diharapkan menjadi pionir perubahan, sementara dosen dan peneliti menjadi motor inovasi.
“APERTI BUMN bukan sekadar wadah kebersamaan, tapi role model kolaborasi pendidikan tinggi di Indonesia. Harapan kami, program ini melahirkan penelitian unggulan, inovasi teknologi, dan lulusan yang adaptif menghadapi tantangan global,” kata Iwa.
Dalam program kuliah bersama, Universitas Pertamina (UPER) misalnya, menawarkan mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan. Lewat perkuliahan ini, mahasiswa diperkenalkan pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB, dari isu kemiskinan, energi bersih, hingga tata kelola pemerintahan. Di akhir sesi, mereka ditantang membuat video pendek bertema SDGs yang aplikatif.
Sedangkan di Institut Teknologi PLN (ITPLN), tersedia mata kuliah Transisi Energi dan Lingkungan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai mandat UU No. 32/2009.
“Kuliah ini melatih calon insinyur untuk berpikir teknis sekaligus bertanggung jawab terhadap dampak ekologis dari setiap proyek,” kata Iwa yang juga rektor ITPLN.
Kampus lain juga menawarkan menu serupa. Telkom University misalnya mengajarkan Kewirausahaan melalui praktik penyusunan business plan dan simulasi market day. Sedangkan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menghadirkan Technopreneurship yang mendorong mahasiswa mengembangkan ide bisnis berbasis teknologi dengan pendekatan
Comments 0