Foto: ist.
KOSADATA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerjunkan 731 praja pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) gelombang ketiga untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Penugasan tersebut difokuskan pada wilayah yang masih terdampak endapan lumpur berat, termasuk pembersihan pemukiman warga dan situs bersejarah Istana Benua Raja.
Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana Sumatera, memimpin langsung apel pembukaan penugasan di Halaman Istana Benua Raja.
Sebanyak 731 praja tingkat satu didampingi 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri akan bertugas selama satu bulan ke depan untuk menuntaskan sisa dampak banjir bandang.
“Target utamanya menyelesaikan persoalan-persoalan di titik yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras, ya,” kata Tito dilansir dari infopublik.id pada Minggu, 5 April 2026.
Menurut Tito, strategi pemulihan dilakukan secara bertahap melalui tiga gelombang. Gelombang ketiga ini memiliki tantangan lebih berat karena harus menghadapi endapan lumpur yang mencapai ketinggian beberapa meter di sejumlah titik.
Ia menegaskan, jika target di dusun-dusun terdampak selesai lebih awal dari jadwal satu bulan, personel akan segera digeser ke wilayah lain yang masih membutuhkan bantuan.
Tito juga mengingatkan para praja untuk menjaga integritas dan performa selama bertugas di lapangan.
“Jaga kesehatan mereka masing-masing dan jangan sampai membuat pelanggaran-pelanggaran. Contoh keberhasilan penugasan dua gelombang sebelumnya dengan bekerja keras dan tulus,” tegasnya.
Untuk mendukung operasional, Kemendagri memfasilitasi Satgas dengan berbagai peralatan, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan dump truck untuk mengangkut material lumpur.
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu titik
Comments 0