Foto: ist
Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa perubahan genetik pada virus influenza terjadi secara alami karena materi genetiknya berupa RNA. Perubahan kecil yang berulang dapat memunculkan varian-varian baru yang masih berkerabat dekat, tetapi dalam kondisi tertentu berpotensi memengaruhi sistem kekebalan manusia.
“Jika muncul varian yang berbeda secara signifikan, ada potensi sistem kekebalan menjadi kurang efektif, dengan konsekuensi seperti penularan yang lebih cepat,” ujarnya.
Untuk mencegah penularan, Tri mengimbau masyarakat menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat mengalami gejala flu, mencuci tangan secara rutin, beristirahat cukup, serta memastikan ventilasi ruangan baik.
Ia juga menegaskan pentingnya vaksinasi, terutama bagi kelompok rentan. “Vaksinasi tetap dianjurkan untuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis,” pungkasnya.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0