Foto: IG Official Arifin
Di usia lebih dari 70 tahun, Diding tak banyak menuntut. Ia hanya ingin satu hal yang mendasar: rumah yang tidak bocor saat hujan, dan tempat tinggal yang tak membuatnya harus “pindah-pindah kayak burung,” seperti kelakarnya sendiri.
Hujan memang merobohkan rumahnya. Tapi dari reruntuhan itu, muncul kembali pengingat lama: di kota yang keras dan sering lupa, solidaritas masih bisa tumbuh—asal ada yang mau mengetuk pintu, dan ada yang bersedia membukanya.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0