Terima Kunjungan Dubes Sudan, BKSAP DPR Komitmen Bantu Wjudkan Perdamaian

Restu Hanif
Jan 14, 2026

Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat (kanan). Foto: ist.

KOSADATA — Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyatakan bahwa Indonesia akan membantu untuk menyelesaikan konflik hingga mewujudkan perdamaian di negara Sudan.

Dalam agenda Courtesy Call dengan Duta Besar Sudan, etua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat mengatakan bahwa DPR RI terus berupaya mewujudkan hal tersebut melalui berbagai usaha di parlemen.

"Kita ingin menggali tentang problematika yang terjadi di Sudan saat ini. Tadi digambarkan bagaimana kasus Sudan ini, siapa di belakangnya, bagaimana apa yang terjadi, dan apa yang dibutuhkan," kata Syahrul pada Rabu, 14 Januari 2026 di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.

Syahrul menjelaskan, upaya yang dilakukan oleh BKSAP tersebut merupakan salah satu tugas yang sudah diamanatkan oleh konstitusi, terlebih ndonesia dan Sudan memiliki jejak historis diplomasi yang sangat baik.

"Kita sudah sampaikan bahwasannya kita siap mendukung Sudan. Karena memang Sudan itu bagian dari anggota Asia Afrika yang dulu hadir di zamannya Bapak Soekarno. Dan tentu kita akan membantu Sudan karena itu bagian dari amanat undang-undang dasar kita. Bahwasannya kita menolak penjajahan, menghormati kemerdekaan suatu bangsa," ujarnya.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB, yang menempatkan Indonesia dalam posisi strategis sebagai aktor pendorong perdamaian Sudan di kancah global.

"Jadi secara politik itu butuh dukungan dari Indonesia apalagi Indonesia saat sekarang ini menjadi presiden HAM di PBB. Dan kemudian ini bisa disuarakan nantinya. Ini adalah momentum besar untuk menunjukkan bahwa hanya kita bangsa Indonesia ingin menjalankan misi tujuan pembangunan atau tujuan pendirian Indonesia untuk mengikut serta dalam perdamaian dunia," terangnya.

Untuk itu,


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0