80 Persen Kebutuhan Susu Nasional ditopang impor, Anggota DPR: Harus Segera Ditangani!

Restu Hanif
Dec 14, 2025

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto.

KOSADATAKomisi IV DPR RI menilai kondisi kebutuhan bahan baku Susu Indonesia yang kini masih ditopang pasokan dari luar negeri menjadi ancaman serius bagi kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto menyebut bahwa realita tersebut menjadi catatan serius yang harus segera diatasi, mengingat Susu merupakan sumber protein strategis yang justru belum mendapatkan perhatian memadai dari pemerintah.

“Fakta menunjukkan bahwa 80 persen kebutuhan bahan baku Susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Situasi ini diperburuk oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menurunkan populasi sapi perah dalam negeri,” kata Titiek dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu, 14 Desember 2025 di Jakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto menerangkan bahwa kontribusi industri dalam negeri terhadap suplai Susu masih relatif kecil.

Karena keadaan tersebut, Panggah mengatakan, pasokan terbesar justru berasal dari produk impor dalam bentuk Susu bubuk atau bahan baku, bukan Susu segar.

“Harus ada intervensi kebijakan agar impor Susu dapat dikurangi secara bertahap. Produk yang masuk ke Indonesia mayoritas berupa Susu bubuk, sementara fresh milk produksi lokal sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi,” ucapnya.

Untuk itu, Panggah memastikan bahwa ia bersama seluruh jajaran Komisi IV DPR RI akan mengoptimalkan fungsi pengawasan serta mengevaluasi regulasi yang dinilai menghambat investasi dan pengembangan industri persusuan nasional demi memastikan tercapainya kemandirian pangan.***

Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.

Related Post

Post a Comment

Comments 0