Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Irma Sepriyana. Foto: ist.
KOSADATA — Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Irma Sepriyana berhasil mempertahankan disertasi doktornya di Universitas Tarumanagara dengan penelitian yang memanfaatkan limbah minyak jelantah (Waste Cooking Oil/WCO) sebagai rejuvenator untuk meningkatkan kinerja Reclaimed Asphalt Pavement (RAP).
Disertasi berjudul “Evaluasi Peningkatan Kinerja Reclaimed Asphalt Pavement pada Lapisan AUS (AC-WC) Menggunakan Rejuvenator Treated Waste Cooking Oil” menyoroti tantangan utama penggunaan RAP dalam kadar tinggi, yaitu penuaan binder yang membuat material lebih kaku dan rentan retak.
“Masalah utama RAP adalah degradasi sifat viskoelastiknya. Ini berdampak langsung pada ketahanan retak dan umur layanan jalan,” kata Irma pada Senin, 20 April 2026.
Sebagai solusi, Irma mengembangkan pendekatan baru dengan memurnikan minyak jelantah menggunakan bentonite untuk menurunkan kadar Free Fatty Acid (FFA) yang selama ini menjadi penghambat efektivitas WCO.
Penelitian dilakukan dengan variasi RAP sebesar 40 persen dan 60 persen, serta penambahan treated WCO antara 5 hingga 13 persen dari berat binder. Pengujian mencakup analisis kimia, uji reologi menggunakan Dynamic Shear Rheometer (DSR), hingga pengujian mekanik seperti Marshall, Wheel Tracking, modulus resilien, dan fatigue 4-point bending.
Hasilnya menunjukkan bahwa proses purifikasi mampu menurunkan kadar FFA secara signifikan. Pada kadar optimum 7–9 persen, treated WCO terbukti mampu menurunkan kekakuan binder tanpa mengorbankan ketahanan terhadap deformasi permanen (rutting).
Irma menegaskan bahwa temuannya membuka peluang baru dalam pemanfaatan limbah menjadi material konstruksi berkelanjutan.
“Purifikasi kimia menjadi kunci. Ini bukan hanya soal meningkatkan performa jalan, tetapi juga menjawab tantangan lingkungan melalui pemanfaatan limbah,” terangnya.
Irma berharap, penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan infrastruktur jalan berbasis pendekatan viskoelastik dan prinsip keberlanjutan di masa depan.***
Update
Comments 0