KH Abdullah Gymnastiar. Foto: Daarut Tauhiid
Aa Gym menegaskan bahwa sifat pemaaf bukan bawaan lahir, melainkan hasil dari latihan jiwa. “Ini bukan teori, ini soal latihan. Siapa yang bersungguh-sungguh melatih dirinya untuk sabar dan memaafkan, insya Allah hidupnya akan berubah.”
Pada akhirnya, tutur Aa Gym, jika ingin hidup diselimuti pertolongan Allah, kita harus mulai dari yang paling dekat: mengatur emosi, dan belajar memberi maaf bahkan ketika hati enggan.
“Kalau kita ingin ditolong Allah, maka bersihkan dulu hati kita dari dendam,” pungkasnya.
Pesan Aa Gym ini menjadi pengingat bahwa kekuatan spiritual bukan hanya terletak pada ibadah ritual, tetapi juga pada kemampuan mengendalikan batin. Dalam dunia yang penuh provokasi dan konflik, memaafkan bisa menjadi bentuk jihad terbesar dalam diri manusia.***
Comments 0