Dipanggil Kiayi Pesantren Tebuireng, Gus Yahya Buka Pintu Islah

Ida Farida
Dec 07, 2025

Foto: dok. PBNU

membawa jam’iyah ini mundur 100 tahun,” ujar Gus Yahya.

Terkait sikap sebagian pihak yang menyebut pertemuan di Tebuireng tidak memengaruhi risalah rapat harian syuriyah, Gus Yahya menilai justru rapat harian syuriyah itu sendiri sudah bermasalah sejak awal.

“Mau pengaruh atau tidak pengaruh, monggo. Tapi sudah menjadi persepsi bahwa apa yang terjadi dengan harian syuriyah itu sangat bermasalah, membuat keputusan di luar wewenangnya,” kata dia.

Ia juga mengkritik rencana Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 yang disebut bersandar pada keputusan rapat harian syuriyah tersebut.

“Kalau itu didasarkan pada rapat harian syuriyah tanggal 20 November 2025, itu berarti mendasarkan diri pada keputusan yang bermasalah. Pengambilalihan jabatan ketua umum untuk dirangkap oleh Rais Aam sangat-sangat bermasalah,” ucapnya.

Gus Yahya menambahkan bahwa komunikasi dengan para kiai sepuh serta jajaran PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia akan terus dilakukan guna mencari jalan keluar terbaik bagi organisasi.***

Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0