KAI memberikan diskon pembayaran sewa aset. Foto dok KAI
Anne menjelaskan bahwa pendapatan KAI di sektor Komersialisasi Non Angkutan menunjukkan tren positif dalam kurun tiga tahun terakhir. Di tahun 2021, pendapatan KAI di sektor tersebut adalah 448,3 miliar.
Di tahun 2022, pendapatan KAI pada sektor Non Angkutan mengalami peningkatan yaitu 653,7 miliar atau naik 45,8% dibanding tahun sebelumnya.
Angkanya kembali mengalami peningkatan pada tahun 2023 menjadi Rp700,4 miliar atau naik 7,1% dibanding tahun 2022.
“Untuk kerja sama pemanfaatan aset di stasiun, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai titik stasiun seperti ruangan, bangunan, gedung, gudang, dan tanah untuk lokasi promosi, minimarket, gudang, cafe, ATM, dan sebagainya. Adapun untuk kerja sama pemanfaatan aset berupa sarana, KAI menyediakan kereta makan, kereta wisata, entertainment on board, mesin perawatan jalan rel dan prasarana penunjang, serta Jasa Balai Yasa/Dipo,” terang Anne.
Sementara untuk pemanfaatan ROW atau aset KAI yang berada di sepanjang jalur kereta api aktif, Anne mengatakan KAI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan aset tersebut seperti untuk penanaman fiber optik, pipa air, pipa gas, dan pipa minyak.
Sedangkan untuk Non ROW atau aset KAI yang berada di luar wilayah stasiun dan ROW, aset-aset KAI dapat dimanfaatkan sebagai kantor, rumah makan, parkir, dan sebagainya.
“Aset KAI lainnya yang dapat dikerjasamakan pemanfaatannya berupa museum, bangunan bersejarah, wifi (advertising slot), kegiatan shooting/pemotretan, event/activation, serta naming rights stasiun untuk memberikan kesempatan kepada mitra yang ingin membranding stasiun yang KAI kelola dengan brand atau produknya,” tambah Anne.
Ia juga mengatakan hampir
Comments 0