Kapan Lunasnya? Utang Kereta Cepat Whoosh Diperpanjang hingga 60 Tahun

Abdillah Balfast
Oct 28, 2025

Kereta Cepat Whoosh

KOSADATA – Pemerintah Indonesia tengah menjajaki restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) bersama pihak China. Langkah ini mencakup perpanjangan tenor pinjaman hingga 60 tahun, penyesuaian suku bunga, dan kemungkinan perubahan denominasi mata uang.

Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan, restrukturisasi tersebut bukan sekadar langkah teknis, melainkan bagian dari reformasi menyeluruh untuk memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional itu di masa depan.

“Kami menginginkan reformasi komprehensif, sehingga setelah restrukturisasi tidak akan ada lagi potensi gagal bayar dan sejenisnya,” ujar Rosan dalam keterangannya, Rabu (23/10).

Proyek transportasi senilai US$7,3 miliar ini sempat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pembebasan lahan, pandemi COVID-19, hingga pembengkakan biaya yang menunda peluncurannya dari rencana awal 2019 menjadi 2023.

Pihak Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara)—yang turut mengelola pendanaan proyek—menyebutkan bahwa negosiasi dengan mitra China kini berfokus pada tiga aspek utama: jangka waktu pinjaman, suku bunga, dan denominasi mata uang.

COO Danantara Dony Oskaria memastikan publik tidak perlu khawatir terhadap kondisi keuangan proyek tersebut.

Whoosh memberikan banyak manfaat, terutama di bidang transportasi. Saat ini kami melayani sekitar 20.000 hingga 30.000 penumpang per hari, dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan,” jelas Dony.

Ia menambahkan, delegasi Indonesia akan segera diberangkatkan ke China untuk memfinalisasi skema restrukturisasi, termasuk rencana perpanjangan durasi pembayaran dari 40 tahun menjadi 60 tahun.

“Kami akan kembali ke China untuk membahas lebih lanjut mengenai tenor, suku bunga, dan mata uang pinjaman agar restrukturisasi ini berjalan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif langkah tersebut namun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terlibat langsung dalam proses negosiasi.

“Saya hanya mengamati. Kalau mereka


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0