Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa. Foto: ist.
KOSADATA — Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera melakukan evalusi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), imbas dari terulangnya kembali insiden keracunan yang kini menimpa peserta didik di Mojokerto, Jawa Timur.
Neng Eem menilai, insiden keracunan serta temuan makanan busuk menjadi pertanda bahwa tata kelola dan sistem pengawasan dalam program tersebut belum berjalan secara optimal.
“Kami sangat prihatin ketika anak-anak justru terdampak keracunan atau menerima makanan yang tidak layak. Kejadian ini menjadi alarm serius bahwa tata kelola dan pengawasan MBG harus diperbaiki secara menyeluruh. Aspek kebersihan dan keamanan pangan adalah harga mati dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini,” kata Neng dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa, 20 Januari 2026 di Jakarta.
Neng menerangkan, SPPG seharusnya dapat menyesuaikan prosedur operasional standar (SOP) di tengah kondisi cuaca musim hujan yang dinilai mempercepat proses pembusukan bahan pangan.
Selain itu, Neng meminta agar pemerintah dapat kembali meninjau ulang program MBG dan segera melakukan perbaikan terhadap program tersebut. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperketat pemeriksaan kualitas dan kesegaran bahan pangan sebelum masuk ke proses pengolahan.
Kedua, katanya, penerapan standar penyimpanan yang memadai. Ketiga, aspek kebersihan fasilitas pengolahan harus menjadi prioritas utama, dan keempat adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya petugas SPPG.
“Petugas SPPG harus terus di-upgrade kapasitasnya karena merekalah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas dan keamanan MBG,” ujarnya.
Neng menegaskan apabila tida diambil langkah-langkah perbaikan maka program MBG hanya
Comments 0