Limbah Beracun Bisa Disulap Jadi Air Bersih, BRIN Kenalkan Teknologi Nuklir

Fahmi Wahyudi
Apr 06, 2026

Foto: dok. BRIN

KOSADATA - Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  mengembangkan inovasi baru untuk mengatasi pencemaran air limbah yang mengandung logam berat, khususnya tembaga (Cu²⁺). Teknologi ini mengandalkan karbon aktif yang dimodifikasi melalui iradiasi gamma dan bahan tambahan ramah lingkungan.

Ketua tim riset sekaligus dosen Poltek Nuklir, Dhita Ariyanti, menyebut inovasi ini sebagai langkah awal menghadirkan solusi praktis untuk pengolahan air limbah.

“Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat. Hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah, terutama karena prosesnya relatif cepat dan efisien. Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ujar Dhita seperti dilansir laman resmi BRIN, Senin, 6 April 2026.

Menurutnya, logam berat seperti tembaga merupakan limbah umum dari aktivitas industri. Tanpa pengolahan yang tepat, zat ini dapat mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi kesehatan manusia karena bersifat toksik serta sulit terurai secara alami. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan teknologi pengolahan air yang efektif sekaligus berkelanjutan.

Dalam riset ini, karbon aktif—yang lazim digunakan sebagai penyaring air—ditingkatkan performanya melalui proses modifikasi. Material tersebut dicampur dengan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES), bahan yang lebih mudah terurai dan dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia konvensional. Selanjutnya, campuran diproses menggunakan iradiasi gamma guna memperbaiki struktur permukaan dan meningkatkan daya serap terhadap logam berat.

Hasil penelitian menunjukkan, karbon aktif yang telah dimodifikasi mampu menyerap logam tembaga lebih cepat dan efektif dibandingkan karbon aktif biasa. Kondisi optimal dicapai pada waktu kontak 15 menit dengan

Related Post

Post a Comment

Comments 0