Ongkos Politik Mahal, Pengamat Sebut Lemahnya Filterisasi Internal Partai Jadi Penyebab

Restu Hanif
Feb 17, 2026

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan. Foto: ist.

KOSADATA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan menegasakan bahwa proses filterisasi didalam internal partai politik menjadi syarat utama menekan biaya politik yang makin tinggi dalam sistem demokrasi Indonesia.

Iwan menilai, ketatnya proses kaderisasi menjadi kunci dalam menciptakan kandidat kepala daerah yang matang secara gagasan, bukan hanya sebatas mengandalkan relasi dan modal uang atau ketenaran belaka.

“Yang harus dilakukan oleh partai politik adalah memperbaiki sistem secara internal. Sistem yang saya maksud adalah demokrasi di internal partai, sistem kaderisasi berjenjang dilakukan dengan baik, menghindari mendorong calon legislatif dan eksekutif dari kader instan karena relasi, punya uang dan popularitas saja karena akan menciptakan pemimpin yang tidak matang secara politik dan moral,” kata Iwan seperti dikutip dari ANTARA pada Selasa, 17 Februari 2026 di Jakarta.

Iwan menekankan bahwa partai politik memiliki kewajiban untuk menjaring kader yang benar-benar siap secara kapasitas intelektual, mental, dan kemampuan kepemimpinannya sebelum kader tersebut mengikuti kontestasi pemilu.

Tanpa proses tersebut, ujarnya, calon kepala daerah yang disodorkan kepada masyarakat hanya akan mengandalkan praktik money politic untuk memenangkan pemilihan.

"Teruji integritasnya, dan teruji kemampuan kepemimpinannya. Jangan memulai politik uang itu, justru dari dalam partai politik itu sendiri," terangnya.

Untuk itu, alih-alih membicarakan perubahan sistem pilkada, Iwan mendorong agar sistem rekrutmen politik diperbaiki terlebih dahulu.

“Makanya menurut saya, yang lebih dulu diubah bukan sistem pilkada-nya, tetapi partai politiknya dulu harus di-ruqiyah dan diperbaiki. Baik itu UU Parpol atau aturan lainnya. Karena sumber masalahnya adalah partai politik dan politik uang itu cikal bakalnya dari parpol yang masih rusak," ungkapnya mengakhiri pernyataan.***

Update


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0