“Karena minimnya pengawasan dan kemanfaatannya tidak optimal itulah yang menyebabkan munculnya penyalahgunaan dari kebijakan Jalur sepeda. Itu harus ada penegakkan, karena hampir semua Jalur sepeda kayak gitu, jadi bisa merusak estetika kota juga,†jelasnya.
Sementara untuk penutupan putar balik kendaraan atau u-turn di simpang Pasar Santa, kata dia, harus dilakukan secara bertahap. Dia menyebut, pemerintah dapat menutup u-turn tersebut ketika Jakarta ditinggal warganya untuk mudik ke kampung halaman.
“Kalau terlalu banyak u-turn kan bisa memicu kemacetan juga, jadi u-turn ditutup saja dan memang risikonya jadi jauh (pengendara putar balik) tapi itu kebijakan yang harus dilakukan,†imbuhnya.
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menutup putaran balik (u-turn) dan membongkar pedestrian dan Jalur sepeda di kawasan Simpang Santa, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta berdalih, pihaknya melakukan perbaikan ukuran jalan raya yang terkait dengan bentuk fisik jalan (geometrik) di Simpang Jalan Wijaya I-Jalan Wolter Monginsidi-Jalan Suryo (lampu merah Santa), Jakarta Selatan untuk mengurai kemacetan dan menambah kenyamanan warga yang berlalu lintas.
“Penataan tersebut dilakukan agar distribusi kendaraan dapat berjalan lebih baik, seiring dengan semakin tingginya kemacetan di area tersebut,†kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo.***
Comments 0